Sabtu, 02 April 2022

Di bulan Ramadan setan dibelenggu, kenapa masih ada yang bermaksiat?

Euforia kaum mukmin menyambut bulan Ramadan begitu luar biasa, karena di bulan ini Allah menaikan derajat orang mukmin, dengan disiapkannya pintu surga khusus orang berpuasa bernama ar-Rayān dan dilipat gandakannya pahala. Setiap amal saleh dilipat gandakan dari sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, Allah sendiri yang yang akan memberikan balasan pahalanya.

Ketika Allah merahasiakan balasan pahala puasa, seakan terdapat isyarat bahwa pahala puasa itu begitu besar tak terhitung, sehingga Allah tak menentukan jumlah pahalanya. Tapi puasa seperti apa yang dijanjikan pahala luar biasa itu? Yaitu puasanya orang yang tidaklah dia menahan rasa lapar, dahaga, dan dorongan nafsu syahwatnya melainkan karena beriman kepada Allah, dan hanya semata-mata mengharapkan rida dari-Nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallāhu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim, "Setiap satu amal kebaikan manusia dilipat gandakan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, 'Kecuali puasa, karena sesungguhnya itu untuk-Ku, tidaklah seseorang meninggalkan syahwat dan makanannya melainkan karena-Ku.'"

Diantara kemuliaan Ramadan yang membuat orang mukmin bahagia dan bersemangat dalam beribadah, yaitu karena di bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu. 

Seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari, bahwa Rasulullah Shalallāhu 'alaihi wassalam bersabda, "Apabila datang bulan Ramadan, dibukalah pintu-pintu surga, dan pintu-pintu neraka dikunci, dan setan-setan dibelenggu." 

Nah, mungkin terlintas dibenak kita, kenapa di bulan Ramadan masih saja ada orang bermaksiat, mabuk, maling, zina, gibah, dan nyinyirin orang, padahal "para setan dibelenggu?" 

Syaikh 'Izuddin bin 'Abdi as-Salām, dalam kitab "Maqāshid al-Shaum" menjelaskan maksud hadis Rasulullah Shalallāhu 'alaihi yang mengatakan "para setan dibelenggu" hanya merupakan istilah saja mengenai keputus asaan setan di bulan Ramadan, karena di bulan mulia ini, seluruh mukmin diwajibkan berpuasa, dan bulan ini juga memiliki banyak keutamaan yang memantik semangat orang-orang beriman saling berlomba dalam beramal saleh, ibadah, dan menjauhi kemaksiatan. Sehingga karena itulah, Setan berputus asa sampai berhenti dalam mengganggu manusia. 

Dalam "Hāsyiyah Al-Sindi 'ala Sunan 'ibni Majah", dijelaskan bahwa dibelenggunya setan di bulan Ramadan tidak berarti juga kemaksiatan tidak ada, karena kemaksiatan tidak mesti semua datang dari godaan setan, akan tetapi bisa juga muncul dari kuatnya dorongan nafsu yang keji. Karena kalau seandainya semua kemaksiatan berasal dari godaan setan, berarti setan yang selalu bermaksiat disebabkan godaan setan juga. Padahal bukan seperti itu, melainkan karena dorongan hawa nafsunya sendiri. Sebagaimana Iblis bapaknya para setan bermaksiat kepada Allah karena dorongan nafsunya sendiri bukan karena godaan setan yang lain.

Maka, jangan aneh ketika bulan Ramadan ternyata masih ada orang yang bermaksiat, di media masih ada berita mengenai tindak kriminal, padahal Rasulullah Shalallāhu alaihi wasallam bersabda bahwa di bulan ini setan dibelenggu. Akan tetapi kemaksiatan itu muncul karena seseorang tidak mampu mengendalikan nafsunya, sehingga puasanya hanya sekedar menahan lapar dan haus. 

Semoga di bulan Ramadan ini kita diberikan keistiqamahan dalam beramal saleh, dan diberi kekuatan dalam mengendalikan hawa nafsu, sehingga mampu menyalurkannya kepada ketaatan bukan kemaksiatan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar