Jumat, 21 Februari 2020

Apakah kau bisa melihat Allah?


Siapa yang tak kenal Imam besar madzhab Abu Hanifah, selain dikenal sebagai ulama fiqih beliau juga adalah seorang pemikir yang hebat yang mampu membungkam pertanyaan kaum Atheis yang selalu meminta jawaban berlandaskan logika, maka mari kita simak sepenggal kisah Imam Abu Hanifah dengan seorang Atheis !

Suatu ketika datang seorang Atheis menemui Abu Hanifah dan bertanya,  “Wahai Imam apakah kau bisa melihat Tuhanmu ?” berkata Abu Hanifah, “Maha Suci Allah yang tidak bisa dilihat oleh mata”. Orang atheis pun melontarkan pertanyaan lagi, “apakah kau bisa mendengar-Nya? Apakah kau bisa merasakan-Nya? Apakah kau bisa mencium-Nya? Dan apakah kau bisa menyentuh-Nya?"

Imam Abu Hanifah berkata, “Maha Suci Allah yang tiada suatu apapun serupa denga-Nya, yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

“kalau kau tak mampu melihat-Nya, merasakan-Nya,  Mencium-Nya, dan juga menyentuh-Nya bagaimana bisa Dia dikatakan ada?” tanya si Atheis tersenyum, menganggap Imam Abu Hanifah takan mampu menjawabnya.

Lalu Imam Abu Hanifah balik bertanya, “apakah kau mampu melihat akalmu?” Kata si Atheis, ”Tidak”. “apakah kau bisa merasakan akalmu?” Tidak. Jawab si Atheis. “apakah kau bisa mendengarkan dan menyentuh akalmu ?” “tidak”. Jawabnya lagi. Imam Abu Hanifah lalu melontarkan pertanyaan “apakah kau berakal atau gila?” Atheis itu sontak menjawab “saya berakal!” lantas dimana akalmu? Tanya Imam. Jawab Atheis, “akal saya ada wahai Imam.”

Lalu Imam Abu Hanifah berkata, “begitu juga Allah Maha Ada. Dia diatas segala sesuatu dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu tidak seperti sesuatu yg berada pada suatu perkara, dan tiada suatu perkarapun yang serupa dengan Dia, yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar